Kuliah Dosen Tamu Dari University Of Sathayabama, India

“Ekonomi India di Mata Dunia”

Oleh Dian Kurnia (EP 2015)

Pada minggu ketiga Maret 2018, Fakultas Ekonomi dan Bisnis kedatangan dosen tamu dari University of Sathayabama. Dosen tamu dalam kegiatan ini adalah Dr. TR. Klai Lakshmi M.A.,MBA.,M.Phil., Ph.D., yang merupakan Associate Proffesor School of Management Studies. Tujuan program pertukaran dosen ini merupakan salah satu program dalam pengimplementasian nota kesepahaman antara Universitas Ahmad Dahlan dengan University of Sathayabama. Dalam program ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan ikut serta dalam mengundang Dr. Lakshmi untuk mengisi kelas Ekonomi.

Kuliah tamu mengambil bahasan tentang perekonomian India dalam perdagangan internasional dengan tema “Ekonomi India di Mata Dunia”.  Tema kuliah tamu ini merupakan bahasan yang menarik, hal itu tampak dari antusias mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, dimana terdapat diskusi terbuka dalam membahas isu-isu perdagangan internasional dan pembangunan ekonomi suatu negara. Selama berlangsungnya kuliah tamu, kegiatan ini dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Ekonomi Internasional, Mita Adhisti, S.E, MAECI.

Menurut Dr.Lakshmi, India  merupakan sebuah negara di Asia yang menjadi bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. India berada di posisi 130 dalam peringkat Kemudahan Berbisnis dari tahun 2016 yang dinilai oleh Bank Dunia dan merupakan salah satu Negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di dunia menurut (Commission on Sustainable Development ) CSD dan (International Monetary Fund ) IMF. Selain itu, India menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia yang diukur dari Gross Domestic Poduct (GDP) dan Purchasing Power Parity (PPP). Pertumbuhan GDP di India diperkirakan antara 6,5% & 6,75% tahun 2017-2018. Selain GDP dan PPP, terdapat sektor-sektor yang berkontribusi besar yang menjadi pendorong perekonomian India, yaitu sektor jasa, sektor indutri dan sektor pertanian, dengan kontribusi pada tahun 2016 sebesar  sektor jasa (53,77%), sektor industri (31,12%) dan sektor pertanian (15,11%) (sectorwise-GDP-contribution-of-india). India sudah melakukan ekspor 7500 komoditas ke 190 negara dengan total $264 milyar  dan impor  6000 komoditas dari 140 negara dengan total impor sebesar $390,7 milyar pada tahun 2015.

Dengan kondisi perekonomian yang terus membaik, India memiliki target menduduki top three dalam Foreign Direct Investment (FDI). Menurut Survei Prospek Investasi Dunia tahun 2016 yang dirilis oleh United Nations Conference on Trade and Development  (UNCTAD), India berada di peringkat keempat di dunia sebagai negara tujuan investasi dunia dan pusat ekonomi paling prospektif untuk perusahaan transnasional. FDI adalah sebuah proses atau cara dalam melakukan investasi ke luar negeri atau dengan kata lain FDI merupakan proses  dalam melakukan investasi ke luar negeri, dimana perusahaan multinasional membangun anak perusahaan  mereka di negara lain, yang menjadi tujuan ekspor-impor untuk mempermudah kegiatan ekspor-impor dan juga menghemat biaya.

Foreign Direct Investment merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi yang penting dan sebagai sumber utama sumber daya keuangan non utang untuk pembangunan ekonomi India. Keuntungan yang diperoleh dari beberapa negara yang berinvestasi di India adalah pembayaran upah tenaga kerja yang relatif rendah dan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.  Adapun keuntungan untuk India adalah terjadinya peningktan lapangan pekerjaan yang tercipta karena adanya kegiatan produksi dari berbagai negara investor, seperi Jepang, yang melakukan kegiatan produksi mobil dan mempekerjakan penduduk asli India.

Dalam mencapai target tersebut, India terus melakukan reformasi dalam proses bisnis. Salah satunya dengan mempermudah pendirian usaha dan menghapus persyaratan modal minimum dan kewajiban memperoleh sertifikat untuk memulai operasi usaha. Reformasi lainnya dilakukan agar listrik diperoleh secara mudah. Akses listrik dianggap sangat penting dalam menjadikannya sebuah investasi yang menarik. Selain itu, India memiliki daya tarik sebagai lokasi investasi dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk populasinya yang berusia muda, sehingga mendorong kinerja ekonomi yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi India semakin meningkat tiap tahunnya. Dengan menjadi negara yang memiliki kontribusi terbesar di ASEAN, India diprediksi akan mengambil alih posisi utama sebagai negara dengan perekonomian terkuat di masa mendatang. Oleh karenanya daya tarik yang dimiliki India sebagai lokasi investasi dapat dijadikan peluang India menjadi garda depan dalam aliran investasi asing global.