Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB UAD Lolos PKM-K melalui Inovasi ALPURE, Produk Dekorasi Interior Berbasis Mikroalga

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Lima mahasiswa, yaitu Sulthan Rizqy Darmawan, Galang Riky Fauzan, Mar Atus Sholikha, Wangi Putri Ali, dan Nabilla Enifha Rahman, di bawah bimbingan Ibu Indanazulfa Qurrota A’yun, S.E., M.Sc., berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) melalui inovasi produk ALPURE.
ALPURE merupakan inovasi dekorasi interior berbasis mikroalga Chlorella sp. yang dikembangkan sebagai produk dekorasi dengan mengintegrasikan nilai estetika, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Produk ini hadir dengan menawarkan konsep dekorasi yang tidak hanya memiliki nilai visual, tetapi juga membawa manfaat lingkungan melalui pemanfaatan mikroalga sebagai bagian dari konsep bio-filter udara.
Keikutsertaan dalam PKM-K menjadi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan ALPURE dari sebuah ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan potensi pasar. Dalam proses pengembangannya, tim tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga memperhatikan desain, proses produksi, kemasan, strategi pemasaran, hingga peluang keberlanjutan usaha.
ALPURE Hadir di UAD FAIR dan Mendapat Respons Positif
Sebagai bagian dari proses pengembangan dan pengenalan produk kepada masyarakat, tim ALPURE turut berpartisipasi dalam UAD FAIR. Pada kegiatan tersebut, tim memperkenalkan sekaligus menjual produk ALPURE secara langsung kepada pengunjung.
Respons yang diterima cukup positif. Produk ALPURE berhasil menarik perhatian pengunjung, khususnya karena konsepnya yang berbeda dari dekorasi interior pada umumnya. Pengunjung menunjukkan ketertarikan terhadap perpaduan antara estetika dekorasi dan pemanfaatan mikroalga yang ditawarkan melalui produk tersebut.
Antusiasme pengunjung juga menjadi pengalaman penting bagi tim untuk mengetahui respons pasar secara langsung. Interaksi dengan calon konsumen memberikan berbagai masukan mengenai desain, fungsi, tampilan, serta manfaat produk yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan ALPURE ke depannya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian pengunjung adalah konsep ALPURE yang mengangkat mikroalga sebagai bagian dari inovasi produk. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan terhadap produk kreatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa nilai inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari Inovasi Mahasiswa Menuju Produk Berkelanjutan
Keberhasilan ALPURE dalam menarik minat pengunjung di UAD FAIR menjadi salah satu langkah awal dalam mengembangkan produk menuju pasar yang lebih luas. Tim berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan, baik dari sisi desain, kualitas produk, kemasan, maupun strategi pemasaran.
Ke depan, ALPURE berpotensi dikembangkan dengan berbagai variasi desain dan ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen. Sasaran pasar juga dapat diperluas, tidak hanya untuk penggunaan rumah tangga, tetapi juga perkantoran, sekolah atau kampus, kafe, hotel, hingga ruang publik.
Selain berorientasi pada pengembangan produk, ALPURE juga memiliki potensi keberlanjutan melalui keterlibatan pengrajin lokal dalam proses produksi. Dengan demikian, pengembangan ALPURE diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi dan kolaborasi bagi mitra serta masyarakat.
Melalui PKM-K, tim ALPURE berharap inovasi yang dikembangkan dapat terus tumbuh menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.


